Puisi Muhasabah: Cermin Tak pernah Berdusta1 commentsSunday, January 25, 2009 CERMIN TAK PERNAH BERDUSTA Tatkala kudatangi sebuah cermin, Tampak sesosok yang sudah lama kukenali, Namun ANEH, Sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat. Tatkala kutatap wajah,hatiku bertanya apakah wajah ini yang kelak kan bercahaya, bersinar indah di syurga sana? Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka Jahanam?? Tatkala kutatap mataku,galau hatiku bertanya... Mata inikah yang akan menatap penuh kelazatan dan kerinduan menatap Allah,menatap Rasulullah... menatap kekasih Allah kelak?? Ataukah mata ini yang akan terbeliak.melotot,menganga terburai menatap neraka jahanam... Wahai mata,apa gerangan yang kau tatap selama ini?? Tatkala kutatap mulut,apakah mulut ini yang akan mendesah penuh kerinduan mengucap LAAILAHA ILLALLAH saat malaikat maut datang menjemput... ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah terjelir dengan lengking jeritan pilu, yang akan menggugah sendi-sendi setiap pendengar, ataukah menjadi mulut pemakan buah zaqqum Jahanam, yang getir menghunus penghancur usus... Apa yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?! Berapa banyak hari yang remuk dengan pisau kata-katamu yang menghiris tajam, berapa banyak kata-kata yang manis semanis madu yang engkau ucapkan untuk menipu...?! Betapa jarang engkau jujur, betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhanmu mengampuni segala dosa yang telah kau perbuat?! Tatkala kutatap tubuhku,apakah tubuh ini yang kelak kan penuh cahaya,bersinar,bersukacita,bercengkerama di syurga sana? Ataukah tubuh yang akan tercabuk-cabuk hancur mendidih di dalam lahar membara Jahanam, terpasung tanpa ampun,derita yang takkan pernah berakhir... Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan...? berapa banyak orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu...? berapa banyak hambamu hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?! Wahai tubuh, seperti apakah isi gerangan hatimu? Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu, atau sebagus daki yang melekat ditubuhmu? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau sebusuk kotoranmu?! Betapa berbeda, apa yang nampak dalam cermin dengan apa yang tersembunyi... Betapa aku telah tertipu... Aku tertipu oleh topeng... Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng, betapa yang indah ternyata hanyalah memuji topeng... Sedangkan aku, hanyalah selonggok sampah busuk yang terbungkus... Aku tertipu... Aku malu... Aku tertipu ya Allah... Allah...! Selamatkanlah aku... *nukilan sahabatku yang dikasihi Abdurrahman Usman daripada Bogor,Indonesia. SONG FOR GAZA0 commentsWednesday, January 14, 2009 ![]() WE WILL NOT GO DOWN (Composed by Michael Heart) Copyright 2009 A blinding flash of white light Lit up the sky over Gaza tonight People running for cover Not knowing whether they're dead or alive They came with their tanks and their planes With ravaging fiery flames And nothing remains Just a voice rising up in the smoky haze We will not go down In the night, without a fight You can burn up our mosques and our homes and our schools But our spirit will never die We will not go down In Gaza tonight Women and children alike Murdered and massacred night after night While the so-called leaders of countries afar Debated on who's wrong or right But their powerless words were in vain And the bombs fell down like acid rain But through the tears and the blood and the pain You can still hear that voice through the smoky haze We will not go down In the night, without a fight You can burn up our mosques and our homes and our schools But our spirit will never die We will not go down In Gaza tonight AKU BUKAN PEJUANG0 commentsSunday, January 11, 2009 ![]() aku bukan pejuang.... aku hanya insan malang... selalu derhaka pada tuhan... selalu lupa pada ketaatan... mabuk leka meredah kemaksiatan... Ya Allah engkau tuhan..engkau tuan... aku insan hilang pedoman... mencari air di gurun gersang... haus hatiku dambakan nur iman... pimpin hambamu merentas jalan... jalan lurus Ya Allah kau tunjukkan... agar tak tersesat ku di hari kemudian... merintih mengaduh penuh penuh penyesalan... muka berdebu dosa keingkaran.. jasad tenggelam peluh kemaksiatan... tangan terkapai lemas menjulang... Ya Allah... Ya Allah... Hanya padamu hatiku serahkan... agar nur petunjukmu menghias jalan... Amien..
Read On
Rintihan musafir0 commentsSaturday, January 10, 2009 ![]() Hatiku sedang berduka… Bila mengenang kisah lara… Seorang hamba yang selalu derhaka… Selalu engkar firman tuhannya.. Wahai Pencipta…. Engkaulah tuhan akulah hamba… Harapku pintu taubatmu masih terbuka… Bidadarimu kudamba… Tapi layakkah diri yang penuh noda… Mengharap bidadari dunia… Apatah lagi di syurga… Ya Allah .. Sedih terasa namun tak terkata… Bila mata kekeringan airnya… Sejadah kusujud taubat kudamba… Amin ya rabb tuhan semesta… 70 Palestinians killed on ninth day of the Gaza holocaust0 commentsMonday, January 05, 2009 ![]() GAZA, (PIC)-- IOF troops stepped up its campaign of terror and murder against the civilian population of the Gaza Strip and killed 70 civilians on Sunday, raising the number of Palestinians killed to 520. After a number of its tanks and soldiers were ambushed by the Palestinian resistance, the Israeli occupation took its revenge on civilians by targeting houses. Medical sources said on Sunday that since the start of ground offensive, on Saturday night the number of Palestinians killed reached seventy, 23 of them children in addition to a number of women and old people. A hundred others were wounded. The same sources said that the vast majority of the casualties were civilians, and that ambulance teams could not reach some areas that came under attack because of the continued shelling from air, sea and land. In the northern Gaza Strip the IOF troops shelled a number of homes killing 12 people, including two children. According to locals, nine people were killed in an airstrike that targeted a group of people outside the Abu Obeida school in Beit Lahya, in the northern Gaza Strip, the same area was targeted again, killing 3 paramedics attending the wounded. This is not the first time ambulance crews have been targeted; six Palestinian paramedics were killed previously bring to 9 the number of paramedics killed in the past nine days. In fact there are fears that hospitals might be targeted, this is indicated by claims of the Israeli occupation FM, Tzipi Livni, that Palestinian resistance uses hospitals as hideouts. sumber: http://www.palestine-info.co.uk Ibarat Sang Rerama0 commentsSunday, January 04, 2009 ![]() Wanita ibarat rama-rama
Sama-sama kita renungkan....
Semoga ALLAH menunjukkan kita semua jalan yang lurus dan benar.
Nasib Si Bumi0 commentsFriday, January 02, 2009 ![]() Bumi ini menangis lagi, Luka dulu masih merah, Luka dulu masih bernanah, Koyakan dulu belum bersatu. Siapa punya angkara... Adakah syaitan bertopengkan manusia?! Hanyir, busuk, berulat sana dan sini bagaikan pakaian sehari-hari. Bumi ini sudah lali, sudah cemuh. Perut isinya sudah penuh disumbat mayat-mayat tak berdosa, masih mentah erti dunia, hancur lebur tanpa berita angkara bijak akal durjana... Bumi ini perit, hatinya bergelojak lahar kemarahan, mahu dihambur atas segala kejahatan, tapi apakan daya kudratnya tak ke mana mulutnya ternganga kebisuan anggotanya kaku kekejangan... Namun, hati janjinya tetap mengatakan, kedurjanaan ini akan kutelan, biar sejarah yang menyaksikan. Masa itu adalah kehidupan2 commentsFriday, January 02, 2009 ![]() (Masa itu adalah kehidupan) Tak terasa masa berlalu.Pejam celik,tahun 1429 H sudah berlalu,tahun 2008 juga telah melabuhkan tirainya.Umur semakin meningkat,semakin banyak bernafas semakin kurang nyawa usia kita. Syukurlah kita masih dapat pejam celik lagi,kerana ramai saudara kita yang pejam dan sudah tak dapat celik selama-lamanya. Tahun 1430 H dan 2009 M telah membuka gelanggangnya,menantikan pahlawan-pahlawan yang yang akan berentap.Menangkah atau tewaskah?Terpulang kepada sang pahlawan yang mengatur langkahnya.Setakat mana perancangan dan strategi yang disusun, setakat itulah natijah yang akan terhasil. Amalan kita Adakah amalan untuk bekalan di sana juga meningkat sejajar meningkatnya usia? Adakah perancangan hidup kita lebih baik daripada tahun-tahun yang telah berlalu?Atau kita masih tidur dalam arus kealpaan,terus hanyut didalam selimut kelalaian? Umar Alkhattab ada berkata,"hisablah dirimu sebelum kamu dihisab kelak.Dan timbangkanlah amalanmu sebelum kamu ditimbang kelak". Melangkah dan teruslah melangkah ke arah jalan keredaan. Yang berlalu jadikan iktibar dan pengajaran.Buang yang keruh ambil yang jernih. Renungkanlah... Masa yang sudah berlalu usah diratapi kerana ia takkan kembali, masa yang akan datang jangan ditunggui kerana ia belum pasti, rebutlah masa sekarang kerana ia adalah waktu yang diberi. وَالْعَصْرِ(1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ(2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(3 "DEMI MASA.SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU DIDALAM KERUGIAN,KECUALI MEREKA YANG BERIMAN DAN BERAMAL SOLEH, DAN MEREKA YANG BERPESAN-PESAN KE ARAH KEBENARAN DAN BERPESAN-PESAN DENGAN PENUH KESABARAN." surah al'asr- 1-3 Kisah Mutiara1 commentsFriday, January 02, 2009 ![]() Pada suatu hari,seekor anak tiram di dasar laut mengaduh kesakitan pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang masih merah dan lembik. "Anakku",kata sang ibu sambil bercucuran airmata." Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa tiram sebuah tangan pun,sehingga ibu tak dapat menolongmu.Sakit sekali,ibu tahu anakku.Kuatkan hatimu.Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan pedih yang menggigit.Balutlah pasir itu dengan cairan perutmu.Hanya itu yang boleh kau buat,"kata sang ibu dengan sendu.Anak tiram pun melakukan sepertimana nasihat ibundanya.Kekadang ditengah kesakitan, ia meragui nasihat ibunya. Dengan airmata ia bertahan,bertahun-tahun lamanya.Tanpa disedarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya.Semakin lama semakin halus.Rasa sakitnya pun makin berkurang.Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar,utuh berkilau dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara,airmatanya berubah menjadi sesuatu yang amat berharga.Sebagai hasil derita bertahun-tahun tiram itu kini lebih berharga dibandingkan dengan jutaan tiram dan kerang rebus di tepi jalan. Fikirkanlah pengajaran yang dapat dipetik daripada kisah ini...
Subscribe to:
Posts (Atom)
|